h1

Pesantren dan Madrasah Swasta di Tengah Mainstream Politik Otonomi Daerah di Sekolah Sumatera Barat

16 April 2010

oleh Dra. Sasmi Nelwati, M.Pd dkk

Yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi pesantren dan madrasah seasta ditengah mainstream politik otonomi daerah di Sumatera Barat, sejauh mana partisipasi masyarakat dan orang tua dalam memberdayakan pesantren dan madrasah swasta di Sumatera Barat, dan sejauh mana peran Pemerintah Daerah dalam memberdayakan manajemen dan system pendidikan di pesantren dan madrasah swasta di Sumatera Barat.

Berdasarkan temuan penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Proses pembelajaran di pesantren lebih didominasi oleh tujuan pesantren didirikan, baik yang dilakukan dalam kurikulum, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler, yaitu mengacu kepada pembentukan ulama. Mata pelajaran yang diajarkan lebih banyak materi keagamaan, sementara materi mata pelajaran umum sebagai dasar pengenalan Iptek untuk menjawab tantangan era globalisasi diajarkan hanya untuk legalitas sertifikasi yang diberikan kepada santri.
  2. Sebagaian besar pesantren yang ada di Kabupaten Pasaman Barat mempunyai potensi yang cukup untuk dikembangkan. Potensi yang dimiliki pesantren tersebut adalah SDM (guru/ustad dan santri) serta bangunan yang digunakan untuk belajar. Sedangkan potensi daerah yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pasaman Barat adalah perkebunan, pertanian, kelautan. Potensi daerah ini sangat bervariasi sehingga antara daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda. Artinya, banyak kemungkinan yang dapat diajarkan kepada santri supaya santri memiliki daya saing yang tinggi, untuk menjawab tantangan di era globalisasi.
  3. Beberapa upaya telah dilakukan oleh Pesantren untuk meningkatkan daya saing lulusan pesantren. Upaya tersebut antara lain mengenalkan kepada santri bentuk Iptek yang didukung oleh potensi pesantren dan potensi daerah seperti kelautan, perkebunan, bordir dan lain-lain. Namu, upaya yang telah dilakukan pesantren tersebut terkendala oleh ketiadaan dana. Sehingga upaya yang telah dilakukan oleh pesantren dalam meningkatkan daya saing santri untuk menjawab era globalisasi tidak maksimal karena minimnya dana yang ada dan sarana prasarana yang tidak memadai.
  4. Pemerintah (Departemen Agama) telah banyak melakukan pembinaan kepada pesantren. Pembinaan tersebut berupa penyempurnaan kurikulum yang memuat mata pelajaran dasar untuk mengenalkan Iptek kepada santri sehingga santri tidak ketinggal dari lulusan lembaga pendidikan lain yang sederjat. Pemerintah juga sudah melakukan pembinaan dengan memberikan bantuan dana kepada pesantren. Namun, dana bantuan yang diberikan oleh pemerintah dirasakan tidak mencukupi untuk meningkat daya saing santri dalam rangka menjawab tantangan era globalisasi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: